Mungkin kita belum menyadari, bila senyum merupakan karunia Allah khusus untuk manusia. Ciptaan Allah SWT di bumi ini, tidak mendapat karunia tersenyum seperti manusia. meski dianggap soal sederhana, tapi senyuman yang menjadi karunia khusus dari AllahSWT untuk kita itu memunculkan banyak makna bagi diri sendiri maupun orang lain. Ia adalah bahasa jiwa yang berlaku untuk semua manusia, lintas suku, bangsa, perbedaan bahasa apalagi sekedar warrna kulit. Ia bahasa hati, bahasa perasaan, bahasa cinta. senyum yang di inginkan tentu senyum memang bukan semata-mata bibir yang di tarik. Tapi senyum tulus tidak hanya di perlukan gerak bibir, melainkan pancaran mata yang bersahabat. Karena bisa saja bibir tampak tersenyum, namun mata tetap mencerminkan kesedihan, bahkan kemarahan.Ada banyak ragam senyum. Mulai senyuman yang bermakna baik hingga senyuman yang bermakna sebaliknya. karena ada juga senyuman sinis, senyuman kecut, senyuman yang bermakna penghinaan, dan semacamnya. Ada senyuman yang mamancing orang lain untuk mabuk kepayang dan mau terseret pada lembah maksiat. Inilah senyuman yang menggoda yang di tebar oleh para lelaki dan wanita penggoda. Senyum sejenis ini tentu akan membawa bencana karena bisa menyebabkan orang melanggar larangan ALLAH SWT. Dalam Al-Qur'an di sebutkan juga sifat orang-orang berdosa yang melakukan senyum dan tawa untuk menghina Ayat-ayat Allah SWT (lihat Qs. Az Zukhruf ayat 47), senyum sinis dan menertawakan orang-orang beriman (lihat Qs. AL Mutaffifin ayat 29).
yang kita inginkan adalah senyum ketegaran. Senyum yang bisa membangkitkan energi kita menghadapi berbagai ujian hidup, apapun bentuknya. senyum yang bisa membantu dan memperkuat ketabahan dalam menjalani misi kemanusiaan seperti yang Allah SWT ridhai. Senyum seperti inilah yang kerap tersungging dari bibir para orang-orang shalih. Senyum yang mengembang dan menggetarkan nurani orang-orang yang melihanya. Itulah senyum yang digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai shadaqah. senyum ketulusan yang tidak akan bisa dilakukan oleh orang-orang yang penuh ambisi, sombong dan angkuh. (Tarbawi)








